Navigation Menu

Senin, 30 November 2015

Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah Model Partnership – Collaborative Assessment


Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah Model Partnership – Collaborative Assessment

Penilaian Kinerja saat ini menjadi isu yang sedang hangat dibicarakan di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan Kinerja Pengawas Sekolah SMP, SMA dan SMK, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan telah melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Pengawas Sekolah dengan menggunakan model Partnership– Collaborative Assessment..

Model Partnership–Collaborative Assessment adalah sebuah model penilaian kinerja berbasis kesejawatan. Dalam pelaksanaannya, para pengawas sekolah dibagi habis ke dalam kelompok-kelompok kecil, dengan anggota masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang pengawas sekolah. Selanjutnya, dalam kegiatan kelompok, seorang pengawas sekolah dinilai kinerjanya oleh 3 orang rekan pengawas sekolah lainnya secara bergiliran. Suatu saat seorang pengawas sekolah diposisikan sebagai pihak yang dinilai, tetapi di saat lain dia diposisikan untuk bertugas sebagai penilai anggota kelompoknya.

Penilaian dilakukan dengan berpegang pada pedoman penilaian yang telah disiapkan, didalamnya memuat 3 (tiga) komponen utama kinerja pengawas sekolah yakni: (1) Program Pengawasan, (2) Pelaksanaan Pengawasan, dan (3) Laporan Pengawasan.

Untuk menjamin tingkat objektivitas penilaian, masing – masing kelompok diawasi oleh seorang supervisor. Dalam kegiatan penilaian kali ini, supervisi dilakukan oleh Drs. Setia Amar, M.M.Pd. (Koordinator Pengawas Kabupaten Kuningan, dan Drs. Kasid, M.Pd. (Ketua APSI Kabupaten Kuningan sekaligus sebagai penggagas model penilaian ini). Pada kegiatan ini, meski bertindak sebagai supervisor, tetapi keduanya termasuk juga sebagai pihak yang dinilai oleh rekan pengawas sekolah lainnya.

Kegiatan penilaian berlangsung selama 2 (dua) hari, 29-30 Desember 2014, bertempat di Ruang Pengawas Sekolah. Dedi Supardi, S.Ag., M.Pd, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan, dalam sambutannya menegaskan tentang pentingnya peran pengawas sekolah kaitannya dengan upaya  peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kuningan.

Refleksi:

Sebagai salah seorang peserta dalam kegiatan ini, saya merasakan penggunaan model penilaian kinerja ini cukup memberi kenyamanan bagi yang dinilai maupun penilai, tentu dengan tidak menghilangkan prinsip – prinsip yang harus dipenuhi dalam sebuah penilaian. Perdebatan antara pihak penilai dengan yang dinilai pun hampir terjadi di semua kelompok, terutama ketika diminta bukti-bukti fisik atas kinerjanya. Jika memang  tidak ada bukti – bukti yang meyakinkan tentu tidak diberi nilai, begitu pula sebaliknya.

Dengan adanya kegiatan penilaian kinerja dengan menggunakan Model Partnership–Collaborative Assessment ini, saya banyak mendapat masukan yang sangat berharga guna kepentingan perbaikan kinerja saya di masa yang akan datang, baik dalam penyusunan program, pelaksanaan program, maupun penyusunan laporan. Saya pikir, rekan-rekan pengawas yang lain pun merasakan hal yang tidak jauh berbeda.

Sumber : akhmadsudrajat.wordpress.com

Tidak ada komentar :

Posting Komentar